JURNAL BELAJAR DAN PORTOFOLIO
WORKSHOP DCT TINGKAT KABUPATEN/KOTA ANGKATAN II
Jakarta, Selasa 15 Desember 2009
A. Jurnal Belajar
Pengertian
Learning jurnal adalah hasil refleksi (renungan) dari apa yang dipelajari dalam pertemuan rutin, ditulis secara sistematis. Dituntut karena dianggap sebagai pembelajar (peserta pembelajaran) Jurnal mengajar.
Pesan dari kelompok kerja , diharapkan setiap kelompok kerja menjadi komunitas pembelajar (learning community). Ciri masyarakat pembelajar dilakukan secara berkelompok. Menjadi guru mendapat inovasi baru diberikan/didesiminasikan kepada rekan guru lain. Jadi peningkatan kompetensi dilakukan secara bersama-sama
Learning journal dalam hal ini adalah bersifat suplemen, dari learning journal terdahulu. Secara umum ada 9 BBM yang menjadi tuntutan Bank Dunia. Tuntutan : learning journal, portofolio. BBM terdahulu masih bersifat satu arah, dibuat oleh penulis yang dikejar jam tayang. Sehingga banyak hal-hal yang tidak lengkap atau tidak tersertakan. Idealnya bahan ajar yang baik terjadi interaksi/ada komunikasi timbal balik . Komunikasi interaktif contohnya : telepon seluler. Pembelajaran dengan komunikasi interaktif berbiaya tinggi (tele conference)
Peran Learning Journal
Kalau ada hal-hal hasil refleksi dari yang dipelajari disampaikan kepada pengajar dan disampaikan kepada teman peserta maka akan terjadi interaksi. Misalnya blog : ditulis, diposting, dikomentar, disent, sehingga dibaca oleh pembuat blog, dan diperbaiki.
Kompetensi Guru :
Ada 4 kompetensi guru, yaitu kompetensi : pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian. Guru profesional mengajar pada titik tekan substansi pembelajaran. Hal pertama yang diberikan/disampaikan adalah pola berfikir ilmiah. Hasil pemikiran bisa dituliskan kembali. Salah satu kelemahan guru/pendidik adalah kemampuan dalam hal menulis. Sehingga ada fakta banyak guru yang stagnan di golongan IV A. Dengan learning journal menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan kemampuan menuangkan fikiran logis secara ilmiah/sistematis.
Program bermutu tidak semata-mata mengejar jam tayang mensarjanakan guru 1,4 juta, tetapi arahnya adalah sikap guru. Sikap guru adalah hal yang sulit diubah. Pemandu memiliki kemampuan, tetapi jika peserta sikapnya kurang maka hasilnya tidak sesuai harapan.
Terdapat beberapa karateristik guru yang akan ditujua oleh program bermutu :
Kecintaan untuk mengajar : memberi inspirasi, dan motivasi
Kecintaan kepada ilmu, dicirikan melalui kegiatan penelitian, pengajaran berbasis penelitian, dan berpola pikir ilmiah.
Jurnal belajar merupakan rekaman (diary) untuk membantu perkembangan belajar. Tidak semua hal ditulis dalam jurnal belajar. Hal yang ditulis adalah hal dikuasai, relevan dengan apa yang dipelajari, dan informasi relevan dengan topik yang dipelajari.
Diharapkan jurnal belajar sebagai komunikasi akademis dikelola secara online, ekonomis dan berkualitas dengan akses terbuka.
Learning jurnal dibuat setiap akhir minggu, pertama diperuntukkan bagi kelompok kelas tinggi. Untuk di sekolah bertaraf international learning jurnal dibuat setiap selesai pelaksanaan pembelajaran.
Untuk menulis jurnal, guru kepala sekolah dan pengawas menyediakan waktu.
Hal-hal yang ditulis dalam learning jurnal : pengalaman belajar, hal yang menarik, hal dilakukan pembelajar, apa yang dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, apa yang akan terjadi dan apa ada data pendukung
Isi jurnal belajar meliputi : pengalaman belajar, materi yang telah dipahami, materi yang belum dikuasai dengan menyebutkan alasan dan kendala, upaya atau cara untuk menguasai dan upaya pengayaan.
Hal yang perlu diperhatikan : waktu yang perlu diperhatikan, kesedian atau keinginan guru, mengelola dan memanfaatkan, dilakukan setiap minggu atau kalau memungkinkan setiap hari, adanya komitmen kepala sekolah dan pengawas untuk memanfaatkan learning jurnal, dan adanya motivasi dan kegairahan mengelola learning jurnal.
Pemanfaatan Jurnal Belajar
Jurnal belajar intinya dimanfaatkan oleh penyusun jurnal sebagai upaya peningkatan pembelajaran. Learning jurnal merupakan rujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
B. Portofolio
Portofolio adalah : kumpulan bahan yang mewakili karya, karya terbaik atau karya pilihan yang menunjukkan kemajuan dalam kurun waktu tertentu sebagai bukti pencapaian penguasaan kompetensi.
Portofolio harus menunjukkan tingkat penguasaan. Kelemahan pendidikan di Indonesia adalah dalam hal dokumentasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tulis Komentar Anda pada Kolom ini