Penekanan konsep mutu dalam sistem pendidikan terarah pada pembangunan capacity building. Tiga aspek yang terdapat dalam mutu manajemen sistem pendidikan, yaitu : konsep mutu manajemen sekolah/lembaga pendidikan, sumber daya manusia (Pendidik dan Tenaga Kependidikan), serta kondisi dan situasi lingkungan masyarakat sekolah/stakeholder.
Pertautan antar ketiga aspek dari konsep mutu tersebut bersifat timbal balik atau multi hubungan. Dari ketiga aspek dalam konsep mutu bidang manajemen pendidikan, faktor Pendidik dan Tenaga Pendidiklah yang memegang peran penting mempengaruhi mutu dalam sistem pendidikan.
Sabtu, 07 Maret 2009
Minggu, 01 Maret 2009
PERAN KKG DALAM PENGEMBANGAN PROFESI GURU SD

Sistem Pembinaan Profesional (SPP) yang sekarang terus berlangsung masih menggunakan dasar yuridis lama, yakni dengan dasar Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 079 tahun 1993. Walau demikian dasar ini masih layak digunakan, sehingga dalam implementasinya Kelompok Kerja Guru (KKG) berpedoman pada peraturan ini.
Arah bidik kegiatan KKG secara khusus diorientasikan pada dua kompetensi utama, dari empat kompetensi guru. Kedua kompetensi tersebut adalah kompetensi profesional dan komptensi pedagogik. Selama ini kegiatan KKG hampir dikatakan stagnan. Hal ini bisa dibuktikan secara empiris bahwa masih sedikit kalangan Guru Sekolah Dasar yang memanfaatkan sarana KKG untuk pengembangan potensinya.
Indikasi ini perlu mendapat perhatian semua pihak yang berkepentingan terhadap peningkatan mutu pendidik.
Idealnya melalui KKG-lah guru mengembangkan kompetensi dengan cara mengadopsi berbagai inovasi pendidikan, khususnya inovasi pembelajaran. Bahkan dengan kemajuan teknologi dimungkikan digagas suatu kegiatan kkg online yang mungkin diprakarsai oleh dinas pendidikan kecamatan, kabupaten atau bahkan lembaga penjaminan mutu di tingkat propinsi. Dengan sarana akan terjadi perluasan akses informasi secara timbal balik. Semoga
BUDAYA ORGANISASI

Budaya sebagai suatu sistem nilai dapat berupa nilai luhur, tata nilai, dan norma-norma. Nilai luhur dapat berbentuk moralitas, tanggungjawab dan lain-lain.
Organisasi sebagai aspek yang paling mudah berubah dalam sistem manajemen. Inti organisasi adalah bentuk pelayanan publik dengan menggunakan dasar kebijakan dari seorang manajer. Kekuasaan yang mutlak untuk mengambil suatu kebijakan dari seorang manajer perlu dikembangkan dengan memperhatikan tahapan dalam pengambilan kebijakan. Pada dasarnya kebijakan adalah inti/core dari suatu organisasi.
Kebijakan diambil melalui proses pengambilan keputusan atau melalui hasil kinerja organisasi. Proses ini seperti diungkap sebelumnya diambil oleh manajer/pemimpin.
Dalam organisasi mungkin terjadi berbagai proses kepemimpinan. Selain aspek tersebut, terdapat apa yang disebut dengan administrasi.
Konsep ini menempatkan tentang apa yang harus dikerjakan dan siapa yang mengerjakan. Jadi terdapat pertautan antara organisasi, administrasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan kebijakan dari suatu organisasi.
Langganan:
Postingan (Atom)